CARA MENANAM BUNGA BERKWALITAS

28 January 2020 - Kategori Blog

Siapa yang tidak senang dengan bunga?

Mungkin tidak akan ada orang yang tidak akan tertarik dengan keindahan bunga. Apa lagi jika yang menikmati keindahan itu adalah wanita. Dengan menikmati keindahan bunga yang ada ditaman seorang wanita akan betah berlama-lama untuk menikmati keindahannya, apalagibunga sudah tertata rapi diteras rumah kita.

Diantara penggemar bunga pasti sebagian besar merupakan penggemar bunga potong. Keindahan bunga potong sangatlah ditentukan dari kwalitas bunga itu sendiri. Kwalitas bunga potong pastinya ditentukan oleh kesegaran bunga itu sendiri. Berikut kita uraikan apa saja yang menentukan kwalitas bunga:

 

1.Pembibitan

Semakin baik bibit yang kita tanam, akan semakin baik juga pengaruhnya terhadap kwalitas bunga itu sendiri. Bibit bunga yang baik dapat diperoleh dari indukan yang baik. Pilihlah biji bunga yang besar dan mengkilat, jangan pilih bibit bunga yang kecil dan kusam. Biasanya bibit bunga yang berwarna kusam menandakan bibit tersebut sudah terjangkit jamur.

2. Cara penanaman

Setelah bibit kita pilih,sebelum ditanam dilahan yang kita inginkan sebaiknya bibit kita semai dulu dilahanyang sudah kita sediakan. Setelah bibit kita semai jangan lupa untuk menyirami minimal 2 kali sehari diwaktu pagi dan sore. Hindari penyiraman di waktu panas terik.

Bagaimana cara untuk penanaman bunga yang baik. Pertama kita siapkan lahan yang didalamnya sudah barang tentu bisa kita pastikan terdapat unsur hara yang lengkap atau nutrisi lengkap yang nantinya dibutuhkan tanaman tersebut untuk masa pertumbuhannya. Unsur hara tersebut meliputi kandungan , N (Natrium), P (Posphor), K (Kalium), C (Carbon)). Selain unsur hara tersebut juga perlu diperhatikan unsur pendukung yang lain berupa Fe, Mg, Ca dll. Unsur hara tersebut tersebut semestinya sudah terkandung didalam tanah yang subur, dimana salah satu ciri-ciri tanah yang subur adalah tanah tersebut mempunyai tekstur yang tanah yang gembur.

Biasanya untuk menggemburkan tanah sebelum ditanami tanah dicangkul dan dibentuk bedeng, hal ini untuk memudahkan kita dalam penananam bibit bunga. Setelah kurang lebih 1 minggu sejak bibit bunga kita semai akan muncul berupa kecambah. dalam waktu 2 minggu setelah berkecambah akan tumbuh daun sekitar 3 – 4 helai daun, pada saat itulah bibit bisa kita pindahkan ke lahan pembesaran.

3. Cara pemeliharaan bunga pasca semai

Penting untuk dilakukan setelah pemindahan dari lahan semai kelahan pembesaran yaitu kedalaman lubang untuk tumbuhnya akar. Hal ini penting agar nantinya akar yang tumbuh bisa maksimal dan tidak gampang roboh saat dilakukan penyiraman maupun jika tanaman diterpa hujan lebat. Kedalaman lubang kita buat sekitar 4 – 6 cm, tergantung berapa panjang akar yg sudah terbentuk pada saat bibit kita semai. Diusahakan ada sebagian batang tanaman yang masuk kelubang.

Selama penanaman awal dilahan pembesaran segera dilakukan penyiraman minimal 2 kali sehari atau pada saat musim panas bisa 3 kali sehari. Lakukan ini secara rutin sampai tanaman sudah benar-benar memiliki akar yang kuat dengan ditandai pertumbuhan daun dan batang yang sehat. Batang yang sehat memiliki bentuk yang tegak lurus dan kokoh tidak mudah roboh pada saat penyiraman. Sedangkan daun yang sehat ditandai dengan warna daun yang segar dan berwarna hijau. Perlu diperhatikan pada saat pembesaran jika terdapat warna daun berwarna kuning atau terdapat bercak- bercak berwarna kecoklatan, berarti tanaman tersebut tidak sehat. Kemungkinan terserang penyakit berupa hama atau unsur hara yang terkandung didalam tanah tidak mencukupi. Untuk mengatasi hal tersebut bisa dilakukan penyemprotan hama atau pemberian pupuk berupa pupuk organik maupun anorganik.

4. Cara Pemeliharaan Pada Saat Tanaman Sudah Berbunga

Biasanya bunga akan muncul setelah kurang lebih 1 bulan setelah tanaman dipindah dari lahan semai, lama tidaknya munculnya bunga tergantung dari jenis bunga dan sitem pencahayaan. Berdasarkan pengalaman petani-petani bunga semakin lama durasi tanaman terkena paparan sinar matahari maka semakin baik pula kwalitas dan kwantitas bunga yang dihasilkan.

Pada prinsipnya tanaman yang berbunga bisa dipastikan membutuhkan cahaya matahari yang lebih jika dibandingkan dengan tanaman yang hanya kita andalkan keindahannya karena rimbunnya daun. Mengapa demikian,hal ini disebabkan pada saat fotosintesa tanaman yang berbunga lebih banyak membutuhkan sinar matahari.

Pada tanaman yang tidak berbunga, sebaiknya diletakkan ditempat yang teduh tapi masih ada sinar matahari yang masuk. Jangan lupa pada saat masa tersebut dilakukan penyiraman ruti dan tidak kalah penting juga kita lakukan penyiangan atau pembersihan lahan dari rumput ataupun gulma yang tumbuh. Hal ini penting untuk kita lakukansebab gulma ataupun rumput jika kita biarkan tumbuh akan menghabiskan nutrisi yang seharusnya dibutuhkan untuk tanaman kita.

Alih-alih kita bisa menikmati keindahan bunga yang kita tanam, jika kita biarkan gulma dan rumput maka tanaman akan merana kehabisan nutrisi. Dalam tahap ini selain penyiraman, pembersihan gulma dan rumput, maka penting juga dilakukan pemupukan secara berkala. Untuk menghasilkan kwalitas bunga yang baik lakukanlah pemupukan pada saat pertumbuhan 2 kali.

Perlu diingat bahwa setiap tanaman, dalam hal durasi pemupukan tergantung dari jenis bunganya. Ada sebagian tanaman berbunga yang hanya memiliki umur yang pendek seperti jenis bunga Crisyantium (jenis bunga aster), bunga Zinia (Bunga kertas), Bunga Lily, dan jenis bunga lainnya, yang semua contoh tersebut memiliki usia bunga sejak awal penanaman sekitar 4 bulan.

Berbeda lagi dengan bunga yang memiliki umur yang panjang seperti jenis Anthurium. Jenis bunga ini bisa sampai tahunan, untuk pemupukan bisa dilakukan tiap 3 minggu sekali, biasa dengan pupuk organik maupun pupuk anorganik sebaiknya dikombinasikan antara pupuk organik dan organik ditiap periode pemupukan. jadi 3 minggu pupuk organik dan 3 minggu berikut pupuk anorganik.

5. Perlakuan Tanaman Berbunga Pasca Panen

Hasil dari tanaman untuk bungapotong yang telah siap panen sebaiknya dipanen pada saat bunga sudah memiliki kelopak bunga yang sudah lengkap. Segera setelah bunga kita potong diletakkan ditempat yang teduh. Perlu dihindari pada saat penanganan bunga seteleh dipotong diletakkan dibawah terik matahari, pada saat bunga setelah dipotong jika terkena sinar matahari langsung kandungan air yg ada di dalam tangkai, daun maupun kelopak bunga akan cepat menguap yang nantinya bunga mudah terdehidrasi sehingga bunga mudah layu.

Jika sudah terlanjur terkena paparan matahari langsung segeralah bunga ditempatkan ditempat yang teduh dan segeralah batangnya direndam dengan ketinggian air rendaman kurang lebih 10 cm. Cara perlakuan pasca panen berbeda-beda antara bunga yang satu dengan bunga yang lain. Bunga mawar dan jenis bunga chrysanthium (Aster, Krisan) sebaiknya setelah direndam selama 8 jam pada saat akan dilakukan pergantian air, sebelum direndam sebaiknya direbahkan dulu selama kurang lebih 30 menit sampai dengan 1 jam.

Baru setelah direbahkan tangkai bunga bagian bawah dipotong sekitar 5 cm, dan lakukan perendaman tangkai bagian bawah sesegera mungkin. Lakukanlah tahapan tersebut sehari dua kali yaitu pagi dan sore. Berbeda lagi untuk perlakuan bunga Gerbera, yang mana batang dari bunga tesebut mudah sekali membusuk jika direndam dengan air terlalu lama. Perlakuan bunga Gerbera sebaiknya dilakukan pergantian air selama 3-4 jam dan batang bawah tidak perlu dipotong, karena semakin keatas batangnya maka semakin mudah batang akan membusuk jika terendam air.

Bunga potong biasanya dalam keadaan segar akan tahan sekitar 4-5 hari sejak dilakukan pemotongan. Biasanya juga tergantung kelembaban dan letak daerah dimana bunga tersebut akan kita letakkan. Akan berbeda ketahanannya antara kota Surabaya dan Malang. Semakin udaranya panas, daya tahan kesegaran bunganya akan semakin mudah layu.

 

 
Chat via Whatsapp